Headlines News :

Lensa Terkini

PERSIKABO Launching Logo dan Squad Anyar

Written By Unknown on 5 Maret 2014 | 01.30

CIBINONG - Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor (PERSIKABO) malam ini (Selasa 4/3), launcing Logo dan Squad anyar. Ini adalah squad ke-12 semenjak Persikabo berkiprah di persepak bolaan tanah air. Dengan Squad baru ini, Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) berharap Persikabo bisa menjuarai divisi utama dan masuk ke Liga Super Indonesia (ISL) tahun depan. Hal ini dikatakan Rachmat Yasin di hadapan Kabomania di Jalan Tegar Beriman, Cibinong. “Saya percaya pemain ke-12 inibisa membawa Persikabo juara di divisi utama dan bisa menuju Indonesia Super Legue (ISL). Kemudian Kabomania harus yakin, bahwa Persikabo adalah milik kita maka jaga nama baik Persikabo. Selanjutnya pemain harus bisa membawa Persikabo ke ISL tahun depan.

Saya akan berikan stadion berkelas internasional berkapasitas 30.000 orang, yaitu Stadion Pakan Sari. Jadi jangan sia-siakan kepercayaan Kabomania yang setia mendukung apapun kondisinya”, tandas RY yang juga Ketua PSSI Jawa Barat. Saya, lanjut RY, akan habis-habisan membiayai Persikabo agar bisa juara dan masuk ISL. Jadi mulai saat ini pemain harus berjanji akan membawa Persikabo juara. Bagi saya siapapun yang membawa nama baik Kabupaten Bogor saya anggap sebagai warga Kabupaten Bogor, jadi mulai saat ini saya angkat para pemain ini sebagai waga Kabupaten Bogor.

Sementara itu, manajer Persikabo yang baru M.Haris, mengatakan saya diamanatkan untuk mengelola Persikabo. Ini adalah kepercayaan luar biasa yang diberikan kepada saya, olehkarenanya kepercayaan ini tidak akan saya sia-siakan. Insya Allah Persikabo akan juarai divisi utama dan mulai berkiprah di liga super.  “Namun kami akui, kami bukan siapa-siapa tanpa dukungan Kabomania dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Olehkarena itu mari kita sama-sama majukan Persikabo milik kita bersama, sesuai dengan visi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju se-Indonesia. Persikabo juga harus menjadi klub sepakbola berprestasi termaju se-Indonesia bahkan hingga ke kancah dunia”, ujar Haris.

Hari ini, Persikabo memiliki logo, pengurus dan pemain baru, diantara pemain tersebut beberapa adalah pemain senior yang berkiprah di kancah nasional. Diantaranya adalah Tema Mursadad, Ali Udin dan Budi Sudarsono. Diharapkan kehadiran pemain tersebut bisa berkontribusi terhadap meningkatnya prestasi Persikabo hingga bisa masuk ISL.

Bupati : Pejabat Publik Harus Tingkatkan Kesadaran Hukum

CIBINONG - Bupati Bogor Rachmat Yasin berharap pejabat publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor bisa meningkatkan kesadaran hukum. Menurutnya semakin sedikit pejabat yang dipanggil Kejaksaan semakin baik, sebaliknya semangikn banyak pejabat yang dipanggil Kejaksaan berarti semakin buruk. Hal ini dikatakan Bupati saat menghadiri peluncuran Buku kedua Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong (Kajari) Mia Amiati di Hotel Lorin, Sentul, Babakan madang, Selasa (4/3).

“Ketika ingin memahami hukum, kita butuh referensi, salah satunya melalui buku Memaknai Kepentingan Umum Dalam Oportunitas Jaksa Agung yang ditulis Mia Amiati. Yang kita butuhkan saat ini adalah meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pejabat publik dan masyarakat, apalagi yang namanya pejabat publik sangat rentan dengan persoalan hukum. Pejabat publik harus tau dan memahami batasan wewenangnya agar tidak melanggar hukum. Mari jadikan hari ini sebagai momen pendidikan hukum dan bermanfaat mewujudkan Kabupaten Bogor yang sadar hukum”, tandas RY.

Mengenai buku yang diterbitkan oleh Mia Amiati, Bupati berkomentar, ini adalah prestasi yang luar biasa yang patut diberikan apresiasi. Namun, saya selalu bertanya-tanya, ditengah-tengah kesibukannya sebagai Kajari Cibinong, kok masih bisa seorang Mia Amiati menerbitkan kembali sebuah buku, jadi kapan waktu menulisnya. Setelah meluncurkan buku pertama yang bertajuk “Perluasan Penyertaan Dalam Tindak Pidana Korupsi Menurut UNCATOC 2000 dan UNCAC 2003, Mia Amiati kembali melucurkan sebuah buku yang membahas mengenai kepentingan umum dalam oportunitas jaksa agung . Dengan harapan buku ini dapat bermanfaat bagi para penegak hukum,  juga bermanfaat untuk masyarakat.

“Asas oportunitas adalah wewenang asli yang ada pada pundak setiap jaksa di berbagai belahan dunia, wewenang tersebut digunakan secara bertanggungjawab karena menempatkan jaksa sebagai “dominus litis” di bidang penuntutan perkara pidana. Jaksa dapat mengesampingkan perkara pidana baik dengan syarat maupun tanpa syarat (with condition or without condition). Sejalan dengan perkembangan sejarah kejaksaan, wewenang oportunitas menjadi hanya wewenang jaksa agung karena jabatannya mengendalikan perkara pidana dengan mengesampingkan perkara pidana demi kepentingan umum”, jelas Mia.

Selanjutnya Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,  Joko P.Subagyo, memaparkan niat orang menulis buku harus kuat karena tidak hanya referensi yang kita perlukan, tidak cuma kemampuan nalar, tapi juga waktu. Banyak waktu yang dibutuhkan untuk berkonsentrasi menulis sebuah buku. Apalagi, ini dilakukan oleh seorang Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong yang hari-harinya selalu sibuk bekerja, ini istimewa. “Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terbitnya buku Memaknai Kepentingan Umum Dalam Oportunitas Jaksa Agung.  Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat terutama untuk memberikan masukan pada asas oprotunitas yang dimiliki jaksa agung” papar Joko.

Kasi Kesra Kecamatan Se-Kabupaten Bogor Rakor Kerukunan Umat Beragama

CIBINONG - Sedikitnya 80 orang, terdiri dari Kepala Seksi (kasie) Kesra Kecamatan se-Kabupaten Bogor dan penyuluh agama mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bidang keagamaan tentang pembinaan kerukunan antar umat beragama di Hotel Accram, Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (4/3). Sekretaris Daerah Adang Suptandar didampingi Assisten Kesra Kabupaten Bogor Dadang Irfan serta Kepala urusan Agama Kabupaten Bogor, saat membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan bahwa, penyelenggaraan fasilitasi ini merupakan salah satu cara efektif untuk mempertemukan seluruh stakeholder yang berkompeten serta mengkaji ulang seluruh program dan kegiatan pembangunan dalam rangka mewujudkan keterpaduan dan keselarasan program pembangunan antar sektor dan antar fungsi serta antar pemangku kepentingan, khususnya dalam bidang sosial keagamaan.

“Melalui forum ini kita dapat mempersatukan visi, persepsi dan kesepahaman bersama mengenai permasalahan sosial keagamaan yang terjadi di Kabupaten Bogor serta upaya yang dapat dilakukan untuk menanganinya dengan tepat, baik tepat program maupun tepat sasaran”, tandas Adang Suptandar. Kerukunan beragama, lanjut Adang, ditengah masyarakat merupakan salah satu modal sosial yang penting dalam mewujudkan komitmen bersama untuk mengembangkan tatanan sosial yang kondusif bagi terpenuhinya hak-hak masyarakat untuk menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinannya masing-masing. “Kegiatan ini harus dimanfaatkan, untuk menginventaris berbagai permasalahan berkaitan dengan kerukunan beragama, shingga keberagaman agama ditengah masyarakat disikapi secara lebih arif dan tidak bersifat kontra produktif bagi keberlangsungan pembangunan daerah”, ujarnya.

Lebih lanjut, Adang mengungkapkan bahwa kompleksitas permasalahan kerukunan beragama pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari adanya upaya pihak tertentu untuk mengintimidasi masyarakat agar tercipta konflik yang saling membesarkan perbedaan satu sama lain sehingga memecah belah masyarakat. “Persoalan konflik antar agama sangat berbahaya, dapat menimbulkan disintegrasi bagsa ditengah masyarakat. Pada beberapa kasus, konflik antar penganut agama bahkan bisa menggiring fanatisme individu dan kelompok untuk melemahkan pihak lain dengan cara yang kurang beradab, bahkan tidak jarang hingga menimbulkan korban jiwa”, kata Adang. Oleh karena itu, berbagai peristiwa yang telah mencedarai kerukunan beragama seyogianya menjadi pelajaran berharga agar tidak menjadi preseden buruk yang terus berulang serta mengganggu stabilitas sosial.

Tak hanya itu, Adang Suptandar meminta kepada penyuluh agama agar berupaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat, juga intensif mencerdaskan masyarakat mengenai filosofi kerukunan beragama, nasionalisme dan persatuan bangsa, agar warga masyarakat tidak terjerumus ke dalam perpecahan yang berdimensi agama sebagai akar dari konflik atas nama agama, anarkisme dan terorisme. “Ap“bila terjadi indikasi perpecahan segera koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk memperoleh saran terbaik dalam mengatasinya”, pinta Adang.

Sementara itu, Kepala Bagian Bina Mental dan Kerohanian H. Era Kustomi, SKM., MKM  mengatakan, diadakannya kegiatan rakor bidang keagamaan selain untuk membangun pemahaman bersama tentang pentingnya kerukunan umat beragama dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia dan misi kesalehan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Juga untuk menginventarisir potensi konflik sosial keagamaan akibat dari kesenjangan serta untuk mensosialisasikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka pembinaan kerukunan umat dan antar umat beragama serta pendirian rumah ibadah.

Selanjutnya, Kustomi berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah daerah dalam rangka pembinaan kerukunan intern umat beragama dan antar umat beragama di Kabupaten Bogor. Kegiatan rakor ini, juga diisi oleh lima narasumber dengan materi fungsi agama dalam perspektif sosial, optimalisasi peran pemerintah daerah dalam pembinaan kerukunan umat beragama, peranan penyuluh agama dalam pembinaan kerukunan umat beragama, strategi pembinaan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan institusi keagamaan.

Wakil Bupati Bogor Rakortas di Dinas Pendidikan

CIBINONG - Demi mewujudkan Visi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia, untuk kesekian kalinya Wakil Bupati Bogor Hj. Nurhayanti menyambangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada pada lingkup Kabupaten Bogor. Kali ini Nurhayanti berada di Dinas Pendidikan, Komplek Pemerintah Kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten. Bogor, Senin,(3/3) mengadakan Rakortas guna meningkatkan sistem kependidikan pada Disdik.

Pada Rakortas ini Kepala Dinas Pendidikan Dace Supriadi mengatakan bahwa pembahasan utama dalam Rakortas kali ini adalah mengenai peningkatan mutu pendidikan berikut peningkatan infrastruktur layanan pendidikan. “Pendidikan di Kabupaten Bogor butuh peningkatan, oleh karena itu kami butuh dukungan dari berbagai pihak guna memajukan pendidikan, baik formal maupun informal”, tandasnya. Selanjutnya, Dace Supriadi berharap Wakil Bupati mengetahui situasi dan kondisi kinerja di Dinas pndidikan, sehingga hal-hal atau permasalahan-permasalahan yang berkaitan pendidikan seperti sarana dan prasarana sekolah, ketersediaan tenaga pengajar dan kualitas tenaga pengajar dapat teratasi dengan baik, agar ke depannya dapat meningkatkan mutu dan kualitas dan pendidikan di kabupaten Bogor”, harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor, HJ Nurhayanti berjanji akan menyediakan layanan pendidikan yang merata dan terjangkau, meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas penyelenggara dan pengelola pendidikan, agar layanan pendidikan di Kabupaten Bogor dapat terlaksana dengan maksimal. “oleh karena itu setiap program yang dilaksanakan harus selalu diawasi secara berkala agar program-program di setiap bidang yang sudah direncanakan dapat terlaksana secara teratur dan sampai di tangan masyarakat”, ujarnya.

Nurhayanti pun berharap kedepannya kualitas pendidikan baik itu dari sisi penyelenggara maupun pelaku pendidikan akan lebih maju. ”Kita harus optimis untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat meningkatkan mutu dan layanan pendidikan Kabupaten Bogor dan yang harus di fokuskan pada saat ini adalah aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, dan penuntasan buta huruf “, harap Nurhayanti.

DPC PPP Kab. Bogor Optimis Dulang Suara Signifikan Pemilu 2014

BABAKAN MADANG – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jawa Barat, Rachmat Yasin (RY) mentargetkan perolehan 12 kursi DPRD Kabupaten Bogor dalam pemilu legislatif April 2014 mendatang.

Hal itu disampaikan dalam acara pembekalan yang diberikan  kepada seluruh caleg yang berangkat dari wilayah Kabupaten Bogor. “Semua  DPC di Jawa Barat di target. Untuk Kabupaten Bogor  kami tidak muluk – muluk lah, kalau di kabupaten Bogor ada enam daerah pemilihan, minimal satu dapil dapat dua kursi.” ujar RY usai membuka acara pembekalan Caleg di Hotel Haris, Babakan Madang, kabupaten Bogor, Minggu (24/11).

Menurut RY, target tersebut cukup rasional. Apalagi menurutnya, para caleg PPP Kbupaten Bogor baik Caleg   DPRD, DPRD Provinsi, maupun DPR – RI, semuanya memiliki kemampuan untuk dapat mendulang sura yang lebih banyak dari pemilu 2009 lalu yang hanya bisa merebut enam kursi di DPRD, ditambah lagi dengan jumlah partai yang sedikit, dan banyaknya partai partai yang tidak lolos dalam peserta pemilu tahun 2014 mendatang, bergabung dengan  PPP.

Memyikapi target tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yasin (AMY) mengaku optimis partai yang dipimpinnya lima tahun belakangan ini bisa mendulang suara yang signifikan diajang pemilu 2014 mendatang. Bahkan sebelumnya kepada kadernya AMY mentargetkan dapat merebut 18 kursi untuk DPRD Kabupaten Bogor, dua kursi masing masing untuk DPRD Provinsi Jawa Barat, dan DPR – RI.

“Target dari DPW PPP Jabar cukup rasional. Saya yakin kader kami bisa menterjemahkan target itu bahkan bisa lebih.” Kata AMY dengan nada optimis.

Diakui AMY,  meskipun target cukup rasional, tetapi dibutuhkan berbagai cara untuk agar target itu bisa terealisasi. Cara itu diawali dengan pembekalan para caleg, agar lebih memiliki motifasi dan strategi jitu untuk mendulang suara di daerah pemilihannya masing – masing. “Selain optimis, kita juga harus memiliki konsep jitu untuk dapat meraih kepercayaan masyarakat sehingga menentukan pilihannya kepada PPP dan calegnya, dan saat ini mereka akan mendapatkan teori itu,” papar AMY.

Pembekalan yang dihadiri oleh 68 caleg DPRD, Provinsi dan DPR – RI itu, rencananya akan dilakukan selama 24 jam. Pembukaan minggu 24/11, pukul 10.00 WIB, dan akan ditutup senin 15/11 pukul 15.00 WIB. Selain pembekalan, acara itu juga merupakan pemanasan mesin politik partai, setelah sebelumnya berjibaku untuk memenangkan calon Bupati dan Wakil Bogor Rachmat Yasin – Nurhayanti. (zak)
 
REDAKSI : -Lensa Bogor
Copyright © 2011. Pemerintah Desa - Mengemas fakta jadi Berita